Selasa, 11 Juni 2019

5 Hewan langka di Indonesia

1. Orangutan Sumatera dan Kalimantan

hewan langka orangutan sumatera
faunadanflora.com
Kedua jenis orangutan yaitu orangutan Sumatera dan Kalimantan di mana keduanya termasuk spesies yang terancam punah. Orangutan Sumatera adalah jenis yang paling terancam dibandingkan orangutan Kalimantan. Berdasarkan laporan dari IUCN pada 75 tahun belakangan ini populasi orangutan Sumatera Mengalami penurunan yang signifikan yaitu sebesar 80%.
Juga terdapat fakta bahwa selama tahun 1998-1999 laju kepunahan tercatat mencapai angka 1000 orangutan per tahun. Sedangkan pada tahun 2004 para peneliti memprediksi bahwa jumlah populasi orangutan di pulau Kalimantan yang berada pada wilayah negara Indonesia dan Malaysia berjumlah kurang lebih 54.000 ekor.
Orangutan Sumatera memiliki kantung pipi yang panjang pada orangtua jantan. Hal ini yang membedakan antara spesies ini dengan orangutan yang hidup di pulau kalimantan.

2. Harimau Sumatera

hewan langka harimau sumatera
leuserconservation.org
Sekarang ini total populasi harimau sumatera tidak lebih dari 300 ekor. Karena itu menurut WWF jenis harimau ini merupakan salah satu dari 6 sub spesies harimau yang masih bertahan hidup sampai sekarang ini. Selain itu juga tergolong dalam kategori fauna kritis atau hewan langka yang terancam punah critically endangered.
Ciri khas dari harimau sumatera ialah memiliki warna kulit yang paling gelap dibandingkan semua jenis Harimau yaitu warna kuning kemerah-merahan dan orange tua. Ciri khas lainnya adalah tubuh harimau ini ukurannya cenderung lebih kecil dibandingkan subspesies Harimau yang masih hidup sekarang ini.
Bertambah sempitnya luas tempat tinggal karena pembukaan lahan menyebabkan harimau sumatera sulit untuk bertahan hidup sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah.

3. Komodo

Komodo
thesun.co.uk
Tempat tinggal Komodo Varanus komodoensis di alam liar mengalami penyusutan disebabkan kegiatan manusia. Sehingga organisasi International Union The Conservation Nature and Natural Resources mengelompokkan Komodo sebagai hewan yang terancam punah.
Spesies biawak raksasa ini sekarang mendapat perlindungan di bawah peraturan pemerintahan Indonesia dan sebuah taman nasional. Sebuah Taman Nasional Komodo didirikan dengan tujuan melindungi kelestarian mereka. Tempat tinggal utama kadal raksasa tersebut sekarang ini cuma berada di Pulau Komodo Rinca Flores Gili motang dan Gili dasami di Nusa Tenggara Timur.
Binatang komodo didokumentasikan pertama kali oleh orang Eropa di tahun 1910. Nama binatang pemakan daging ini menjadi begitu terkenal sesudah tahun 1912. Twitter Anthony Ouwens, Direktur museum zoologi di buitenzorg (saat ini Bogor) mengeluarkan sebuah paper mengenai Komodo setelah mendapatkan foto dan kulit reptil ini.

4. Burung Jalak Bali

burung jalak bali
burjalak.blogspot.com
Jalak Bali ditemukan pertama kali di tahun 1910. Burung ini memiliki nama ilmiah Leucopsar rothschildi yang  diambil dari nama Walter rostchild, seorang ahli hewan berkebangsaan Inggris yang menemukan hewan Ini pertama kali. dia juga menjadi orang yang mengumumkan temuannya ke dunia pengetahuan di tahun 1912.
Jalak bali cuma bisa ditemukan di pulau Bali terutama pada area hutan bagian barat. Burung tersebut juga termasuk salah satu spesies khas Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna khas provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik Ini mendapat perlindungan dari undang-undang.
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya ancaman kepunahan yang semakin bertambah serius. Kebanyakan kebun binatang besar di dunia menjalankan program pelestarian burung jalak Bali.

5. Badak Sumatera dan Badak Jawa

badak jawa
beritalingkungan.com
Badak jawa (rhinoceros sondaicus) dan badak Sumatera (Dicherorhinus sumatrensis) termasuk satwa yang menjadi perhatian bagi pemerintah dan pecinta satwa liar. Badak Sumatera dan badak Jawa merupakan dua spesies dari 5 spesies badak yang masih dapat bertahan hidup dari kepunahan.
Badak lainnya adalah badak India badak hitam Afrika dan badak putih Afrika. akan tetapi kedua jenis Batak ini sudah tergolong dalam kelompok yang terancam atau critically endangered. Status critically endangered ini disematkan kepada jenis badak di Indonesia semenjak tahun 1996.

5 Tanaman terlangka di Indonesia

1. Bunga Bangkai

bunga bangkai
Bunga bangkai
Bunga bangkai dengan nama latin Amorphophallus titanum merupakan bunga raksasa yang sangat unik karena dapat mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Bau busuk tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengundang kumbang dan lalat agar hinggap dan membantu proses penyerbukan.
Bunga ini tumbuh tinggi menjulang ke atas hingga bisa mencapai 4 meter. Ketika mekar, bagian luarnya berwarna putih krem sedangkan mahkotanya berwarna merah tua keunguan. Bunga ini hanya akan mekar selama 7 hari hingga kemudian mati atau tumbuh kembali.
Bunga bangkai berbunga pada rentang waktu yang cukup lama, bisa sekitar 5 tahun sekali. Habitat asli bunga ini ada di hutan Sumatera. Akan tetap saat ini sudah mulai banyak yang dilestarikan di daerah lainnya seperti di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda, Bandung.

2. Rafflesia Arnoldii

tumbuhan langka di indonesia rafflessia arnoldi
Padma Raksasa atau Rafflesia Arnoldii juga merupakan bunga raksasa yang mengeluarkan bau busuk menyengat ketika mekar. Karena sama-sama mengeluarkan bau busuk, terkadang banyak orang yang keliru menyebut bunga ini sebagai bunga bangkai.
Rafflesia Arnoldii tumbuh melebar ke samping dan bukan meninggi seperti bunga bangkai. Ketika bunganya mekar, diameternya bisa mencapai 1 meter dengan berat hingga 10 kilogram. Masa tumbuh hingga sampai mekarnya adalah sekitar 9 bulan. Bunga ini hanya akan mekar selama 7 hari sebelum kemudian layu dan mati.
Bunga Rafflesia Arnoldii hidup menumpang pada tumbuhan lain. Maka dari itu, habitatnya sangat bergantung kepada adanya tumbuhan inang. Saat ini populasi bungai ini semakin menyusut karena habitatnya yang semakin sempit karena adanya alih fungsi hutan menjadi area pertanian, pemukiman, ataupun pertambangan.

3. Cendana

cendana
Cendana (Santalum album) merupakan salah satu pohon yang memiliki banyak kegunaan di Indonesia. Kayu cendana dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan dupa, parfum, aroma terapi, rempah-rempah, hingga sangkur keris (warangka). Konon, harum dari kayu cendana ini bisa bertahan hingga ratusan tahun lamanya.
Karena berbagai manfaatnya tersebut, tidak salah jika pohon ini sangat terkenal di Indonesia. Sayangnya pohon cendana bukanlah tumbuhan yang mudah untuk dibudidayakan sehingga saat ini sudah berstatus sebagai tumbuhan yang ternacam punah.
Pada awal kehidupannya, kecambah cendana merupakan tumbuhan parasit yang hidup menumpang di tumbuhan lainnya karena ia tidak mampu hidup sendiri. Maka dari itu, pohon cendana saat ini sudah mulai berkurang populasinya. Minyak dasar kayu cendana juga saat ini sudah sangat mahal karena langka dan sulit untuk ditemukan.


4. Tengkawang

tengkawang
Tengkawang (Shorea) merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang banyak dimanfaatkan minyaknya. Pohon ini terdiri dari berbagai macam jenis di mana 12 di antaranya saat ini sudah dilindungi pemerintah karena terancam kepunahan.
Minyak tengkawang dihasilkan dari biji-biji yang berjatuhan. Biji tersebut kemudian dijemur dan disalai hingga kering sebelum kemudian diolah menjadi minyak. Biji tengkawang juga merupakan makanan bergizi bagi babi hutan dan binatang liar lainnya.
Minyak tengkawang dapat digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan obat-obatan tardisional. Dalam industri modern, minyak yang memiliki julukan green butter ini juga sering dijadikan sebagai bahan pembuatan kosmetika, lilin, sabun, dan lainnya.

5. Edelweiss Jawa

edelweiss jawa
Edelweiss Jawa atau Bunga Senduro (Anaphalis javanic) merupakan salah satu jenis bunga yang saat ini sudah sangat kritis keberadaannya. Bunga ini banyak hidup di daerah pegunungan di Jawa. Bahkan, bunga ini biasanya menjadi tanaman yang pertama tumbuh setelah terjadinya erupsi gunung berapi.
Bunga ini biasanya mulai bermekaran pada bulan April hingga Agustus. Bunga ini dapat memiliki usia hingga 100 tahaun dengan tinggi batang hingga 8 meter. Lebih dari 300 serangga yang hinggap dan menghisap madu dari bunganya.
Saat ini Anda masih dapat melihat Edelweiss Jawa di beberapa lokasi seperti Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).


Nah itulah daftar tumbuhan langka di Indonesia yang saat ini sudah mulai terancam keberadaannya. Dengan mengetahui berbagai tumbuhan tersebut, diharapkan kita dapat lebih menjaga kelestarian alam dan tidak merusaknya untuk kepentingan pribadi.